Sabtu, 05 Agustus 2017

Khasiat Doa,Bacaan Sujud Sahwi Arab, Latin dan Terjemahannya

Bacaan Sujud Sahwi Arab, Latin dan Terjemahannya - Sujud sahwi yaitu sujud yang dilakukan orang yang shalat, sebanyak dua kali untuk menutup kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan shalat, baik kekurangan raka'at, kelebihan raka'at, atau karena ragu-ragu yang disebabkan karena lupa.

Sujud sahwi hukumnya sunnah, ketika terjadi salah satu di antara sebab-sebabnya, yang akan kita bahas nanti. Jika sujud ini tidak dilakukan, maka shalat tetap tidak batal. Sujud ini memang tidak wajib, karena tidak disyari’atkan bagi tertinggalnya sesuatu yang wajib, sebagaimana akan kita lihat nanti.

Adapun dalil disyari’atkannya sujud sahwi ini ialah sebuah hadits riwayat al-Bukhari (1169), dari Abu Hurairah RA, dia berkata:


صَلَّى بِنَاا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَاَوِالْعَصْرِ، فَسَلَّمَ، فَقَالَ لَهُ ذُوْالْيَدَيْنِ: الصَّلاَةُ يَارَسُوْلُاللهِ، اَنَقَصَتْ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَحَقُّ مَايَقُوْلُ؟ قَلُوا نَعَم، فَصَلَّى رَكَعَتَيْنِِ اُخْرَيَتَيْنِ، ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ

Nabi SAW melakukan shalat Zhuhur dan ‘Ashar bersama kami, lalu salam. Maka berkatalah Dzul Yadain kepada beliau: “Shalat ini, ya Rasulullah, apakah berkurang? Nabi SAW bertanya: “Benarkan apa yang dia katakan?” Para sahabat menjawab: “Ya”. Maka beliau melanjutkan shalat dua rakaat lagi, kemudian bersujud dua kali.

Ada Beberapa hal yang menyebabkan sujud sahwi, misalnya karena lupa mengerjakan sunat Ab'adh, seperti lupa melaksanakan:

  1. Membaca tasyahud yang pertama
  2. Duduk untuk tasyahud yang pertama.
  3. Membaca sholawat kepada Nabi SAW setelah mem­baca tasyahud pertama.
  4. Membaca doa qunut.
  5. Berdiri untuk membaca doa qunut.
  6. Membaca sholawat    kepada    Nabi    SAW    dan keluarganya serta para sahabatnya dalam doa qunut.
  7. Membaca sholawat  kepada  keluarga Nabi  SAW setelah membaca tasyahud yang kedua.
 bacaan sujud sahwi

Adapun bacaan sujud sahwi adalah sebagai berikut :


سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنَامُ وَلاَيَسْهُوْ

 

"Subhaa nalladzi laa yanaa mu wa laa yas hu"

Artinya:
“Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.”

Bacaan sujud sahwi diatas Dibaca 3 kali. 




Baca Juga Kumpulan Doa Doa Sholat Lainnya :

Bacaan Doa Sholat Taubat dan Terjemahannya

Bacaan Niat Sholat Jum'at dan Terjemahannya

Bacaan Doa Shalat Dhuha dan Terjemahannya

Bacaan Doa Duduk Antara Dua Sujud
 
Demikianlah Bacaan Sujud Sahwi Arab, Latin dan Terjemahannya. Semoga bermanfaaat.Sekian semoga, artikel ini bermanfaat,

Jumat, 04 Agustus 2017

Khasiat Doa,Teks Bacaan Doa Setelah Wudhu Arab Latin Indonesia dan Artinya

Teks Bacaan Doa Setelah Wudhu Arab Latin Indonesia dan Artinya - Berwudhu merupakan kegiatan yang wajib dilakukan sebelum shalat karena berwudhu adalah syarat shalat. Berwudhu memiliki banyak manfaat elain untuk menghapus dosa untuk mengangkat derajat dan kedudukan dalam surga. 

Berdoa setelah berwudhu hukumnya sunnah, yang jika dikerjakan mendapat pahala dan jika tidak dikerjakan maka rugilah. Tetapi alangkah baiknya, kita mengamalkan Doa Setelah Wudhu untuk menjadi muslim yang beriman.
Bacaan Doa Niat Wudhu dan Bacaan Doa Setelah/Sesudah Wudhu

Doa Sesudah Ambil Air Wudhu (Doa Selesai Wudhu)

اَشْهَدُ اَنْ لآّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLOOHU WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUUWA ROSUULUHUU, ALLOOHUMMAJ'ALNII MINAT TAWWAABIINA WAJ'ALNII MINAL MUTATHOHHIRIINA

Artinya :
Aku mengaku bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci (sholeh)

Demikian postingan mengenai Doa setelah wudhu. semoga bisa bermanfaat. Amin.

Kamis, 03 Agustus 2017

Khasiat Doa,Bacaan Doa Ketika Berkumur

Bacaan Doa Ketika Berkumur - Berkumur-kumur saat berwudhu termasuk sunnah. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkan berkumur-kumur. Beliau juga perintahkan berkumur-kumur secara khusus saat berwudhu’.


إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَنْشِقْ
Artinya :
"Apabila seorang kamu berwudhu hendaknya dia beristinsyaq." (HR. Muslim)

Berkumur-kumur bagian dari isbagh (penyempurnaan) wudhu’. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan dalam sabdanya,



أَسْبِغِ الْوُضُوءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ الأَصَابِعِ وَبَالِغْ فِى الاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

Artinya :
"Sempurnakan wudhu dan sela-sela di antara jari-jemari serta bersungguh-sungguhlah dalam memasukkan air ke hidung (istinsyaq) kecuali saat engkau sedang berpuasa." (HR. Ashabus Sunan dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Dan perintah berkumur-kumur saat wudhu’ ini berlaku umum bagi orang yang sedang berpuasa atau tidak. Hanya saja, beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam memperingatkan agar tidak terlalu dalam (berlebihan) berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung dan mengeluarkannya lagi) saat puasa. Dikhawatirkan air masuk ke tenggorokan sehingga bisa membahayakan puasa. Adapun sebatas berkumur-kumur saat puasa maka tetap diperintahkan dengan menjaga agar air tidak masuk ke tenggorokan orang yang puasa.


Doa Berkumur
Doa berkumur dimaksudkan agar kesucian lahir menambah berkah seperti keluarnya kata-kata yang baik bagi dirinya dan bagi orang lain.


اللَّهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allohumma a'inni 'Ala Dzikrika wa Syukrika wahusni 'Ibadatika

Artinya: Ya Allah, bantulah aku supaya aku dapat berzikir kepadaMu, dan
bersyukur kepadaMu, dan perelok ibadah kepadaMu.


kesimpulannya...
  1. Berkumur dan beristinsyaq saat kita puasa sebaiknya tetap dilakukan, tetapi tidak boleh sampai membasahi rongga hidung dan kerongkongan.
  2. Jika tidak sengaja menelan air setelah berkumur saat berpuasa, maka puasa tetap sah.
  3. Sikat gigi juga tetap diperbolehkan, tetapi tidak boleh membasahi kerongkongan.
  4. Menelan ludah setelah bersiwak hukumnya diperbolehkan.
  5. Tidak wajib mengeringkan mulut setelah sikat gigi ketika berpuasa.
Sekian Doa Berkumur yang bisa kami sampaikan semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semuaya.aamin.
 

Rabu, 02 Agustus 2017

Khasiat Doa,Bacaan Sayyidul Istighfar Arab Latin dan Terjemahannya Lengkap

Bacaan Sayyidul Istighfar Arab Latin dan Terjemahannya - Ada bacaan Istighfar yang paling afdhol yang bisa kita amalkan ketika bertobat dari seluruh dosa dosa yang pernah dilakukan. yang dinamakan dengan Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar atau raja istighfar), yang demikian itu karena  melebihi seluruh bentuk istighfar dalam hal keutamaan. 
Dalam kitab al-Jami’ ash-Shahih, Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan sebuah hadits dari Syaddad ibn Aus radhiyallahu ‘anhu tentang Sayyidul istighfar, pemimpinnya istighfar. Imam al-Bukhari memasukkan hadits ini ke dalam bab “Afdhalul Istighfar”, istighfar yang paling utama. Bab “Afdhalul Istighfar” hanya berisi satu hadits, yaitu hadits dari Syaddad ibn Aus radhiyallahu ‘anhu ini.

Bacaan Sayyidul Istighfar
Bacaan Sayyidul Istighfar
Berikut ini Bacaan Sayyidul Istighfar Arab Latin dan Terjemahannya yang terdapat dalam kitab shahih al-Bukhari tersebut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَعْتَرِفُ بِذُنُوبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

(Allahumma Anta Robbi, Laa Ilaaha Illa Anta, Kholaqtani wa ana abduKa, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, Audzubika min syarri maa shona’tu, Abu’u laka bi ni’matiKa ‘alaiyya wa abu’u laKa bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa Anta )

Artinya:
Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu (yaitu selalu menjalankan perjanjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampuni segala dosa kecuali Engkau”

Bacaan Sayyidul Istighfar ini adalah doa  agung yang mencakup banyak makna :taubat, merendahkan diri kepada Allah SWT dan kembali menghadap kepada-Nya. Terdapat banyak kelebihan istighfar jika amalan ini dilakukan secara istiqamah dan ikhlas semata-mata kerana Allah. Antara kelebihannya adalah:
  1. Allah akan melapangkan dirinya dari segala kesusahan, dan melepaskannya daripada segala tekanan dan akan dikurniakan rezeki tanpa bisa dikira banyaknya.
  2. Barangsiapa siapa yang beristighfar sebanyak 70 kali, nescaya Allah akan menghapuskan daripadanya sebanyak 700 dosa.
  3. Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, atau menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah ,niscaya ia akan mendapati Tuhan itu Maha Pengampun, Maha Pengasihan.(Surah An Nisa' : 110)
  4. Tuhan tidak akan menyiksa mereka, selama mereka beristigfar. (Al Anfal: 33)
  5. Mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat keberkatan dan melorong jalan untuk menuju kepada segala macam kebajikan sama ada di dunia atau di akhirat .
  6. Mengurniakan pemberian yang baik kepadanya sehingga ke waktu yang ditentukan ( Surah Hud : Ayat 3) (Imam Habib Abdullah Haddad, 1981 : 232-235)
Sungguh, maha benar Allah dan Rasul-Nya. Semoga kita termasuk orang yang membiasakan membaca sayyidul istighfar ini di siang dan malam hari, sembari memahami dan meyakini apa yang kita ucapkan tersebut.

Khasiat Doa,Bacaan Doa Mencukur Rambut Bayi yang Baru Lahir | Doa Meniup Ubun-ubun Bayi

Bacaan Doa Mencukur Rambut Bayi yang Baru Lahir - Setelah bayi lahir disunahkan menyembelih hewan aqiqah pada hari ke tujuh setelah kelahiran bayi. Selain itu bayi yang baru lahir tersebut dicukuri rambut kepalanya. Artinya, dicukur habis atau digundul. Dan sunnah ini dilakukan pada hari ketujuh sama dengan pelaksanaan aqiqah. Berdasarkan hadis dari Salman bin Amir Ad-Dhabbi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى

“Setiap anak ada aqiqahnya, sembelihlah aqiqah untuknya dan buang kotoran darinya.” (HR. Bukhari 5471)



 

Bacaan Doa Mencukur Rambut Bayi yang Baru Lahir
Dalam hadis lain, dari Samurah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


الْغُلَامُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُسَمَّى وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ

Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih di hari ketujuh, diberi nama, dan dicukur kepalanya. (HR. Nasai 4149, Abu Daud 2837, Turmudzi 1522, dan dishahihkan Al-Albani)

Ibn Abdil Bar mengatakan,



الحلق معنى أميطوا عنه الأذى

Makna: “buang kotoran dari bayi” adalah mencukur rambutnya. (Al-Istidzkar, 5/315)

Adapun bacaan doa ketika mencukur rambut bayi yang baru lahir adalah sebagai berikut : 


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. اللّٰهُمَّ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَنُوْرُ الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ ، اللّٰهُمَّ سِرُّ الله نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Adapun untuk bacaan doa ketika meniup ubub-ubun bayi adalah sebagai berikut :

اللّٰهُمَّ إِنِّى أُعِيْذُهَا وَذُرِيَّاتَهَا بِكَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم

Doa -Doa Lainnya:
Bacaan Doa Bagi Wanita Yang Sulit Melahirkan

Demikian Bacaan doa mencukur rambut bayi yang baru lahir dan doa ketika meniup ubun-ubun bayi yang dapat kami bagikan pada artikel kali ini. Sebagai catatan Hal yang perlu diperhatikan ketika anda mencukur bayi hendaknya harus menggunakan alat-alat cukur yang steril dan bersih agar saat proses mencukur kulit kepala bayi juga ikut bersih dan tidak terkena kuman bakteri yang bisa menimbulkan penyakit untuk kepala bayi yang kita cintai.

Khasiat Doa,Bacaan Doa dan Dzikir Sesudah Sholat

Bacaan doa dan dzikir sesudah sholat - Beroda dam Berdzikir setelah shalat adalah sesuatu yang sangat dianjurkan dan kita amalkan. Seusai shalat sebaiknya janganlah langsung bubar, namun hendaknya kita merutinkan beristighfar dan bacaan dzikir lainnya. Karena ini merupakan waktu yang sangat tepat kita untuk berdoa, berdzikir dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Namun sayang banyak diantara umat islam yang memandang remeh kegiatan ini. Sementara al Qur’an menyatakan orang yang enggan berdzikir dan bertasbih termasuk kelompok orang yang lalai. Padahal terang sekali dalam ayat Qur’an kita dianjurkan agar berdzikir mengingat Allah diwaktu pagi , petang , dan  malam hari bahkan setiap saat sesudah mengerjakan shalat. Baik ketika sedang berdiri , duduk maupun berbaring, secara sir (didalam hati) maupun dengan lisan (jahar).


Nah,,bagi anda yang ingin melakukan doa dan dzikir setelah sholat, mungkin anda bisa mencoba untuk melihat bacaan-bacaan doa yang akan kami berikan dibawah ini. Untuk bacaan yang kami berikan dibawah ini adalah bacaan doa yang umumnya dibacakan setelah sholat. Dan bagi anda yang mungkin masih belum fasih dalam membaca bahasa arab, maka anda tidak perlu khawatir. Karena kami juga akan menyajikannya secara lengkap dengan lafadz latinnya. Jadi untuk anda yang belum fasih dalam bahasa arab bisa juga membaca bahasa latinnya.

Berikut ini adalah Bacaan dzikir sesudah sholat / Doa Lengkap Sesudah Sholat yang sering di baca.


أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Astaghfirullaåh. Astaghfirullaåh. Astaghfirullaåh. Allahumma antassalaam, wa mingkassalaam, tabarakta ya dzaljalaali wal ikraam.

Artinya:
“Saya memohon ampun kepada Allah.(3x) Ya Allah Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu lah kesejahteraan, Maha Suci Engkau wahai Rabb pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir. Allahumma laa maani’a limaa a’thayta, wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yamfa’u dzaljaddi min kaljaddu.

Artinya:
"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu.”


لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir. Laa hawla wa laa kuwwata illa billaah, laa ilaaha illallaah, walaa na’budu illaa iyyaahu, lahunni’matu walahul fadhlu walahuts tsanaaul hasanu, laa ilaaha illallaåh mukhlishiyna lahuddiyn walaw karihal kaafiruun.

Artinya :
"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Baginya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.”


لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.

Artinya:
"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x setiap selesai shalat maghrib dan shubuh).

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a-’inniy ’ala dzikrika wa syukrika wa husni ’ibaadatika.

Artinya:
“Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu.”

Kemudian membaca

سُبْحَانَ اللهُ
Subhaanallaah (33x)

Artinya:
“Maha suci Allah” (33x)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ

Alhamdulillah (33x) 

Artinya:
“Segala puji bagi Allah” (33x)

اَللهُ أَكْبَرُ

Allahu Akbar (33x)

Artinya:
“Allah Maha Besar” (33x)

Kemudian untuk melengkapinya menjadi seratus, ditambah dengan membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.

Artinya:
"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”


Kemudian membaca (Surat al-Ikhlash) :  

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ>>للَّهُ الصَّمَدُ>> لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ>> وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَد

Qul huwallaahu ahad. Allaahusshamad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakullahu kufuwan ahad.

Artinya:
Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".

Kemudian membaca (Surat al-Falaq) :  

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ>> مِن شَرِّ مَا خَلَقَ>> وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ>> وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ>>  وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a'uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wamin syarri ghaasiqin idzaa waqaba. Wamin syarrin naffaatsaati fii al'uqadi. Wamin syarri haasidin idzaa hasada.

Artinya:
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai waktu subuh, dari kejahatan apa-apa (mahluk) yang diciptakan-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia dengki"

Kemudian membaca (Surat an-Naas) :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ>> مَلِكِ النَّاسِ>> إِلَهِ النَّاسِ>> مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ>> الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ>> مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ>>

Qul a'uudzu birabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wannaas.

Artinya:
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Robb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.

Keterangan: HR Abu Dawud no.1523, an-Nasa-i III/68, Ibnu Khuzaimah no.755 dan Hakim I/253. Lihat pula Shahiih at-Tirmidzi III/8 no.2324. Ketiga surat tersebut dinamakan al-Mu’awwidzaat. 

Selanjutnya, membaca Ayat Kursi:

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allaahu laa ilaaha illaa huu, al hayyul qoyyum, la ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man djalladjii yasyfa’u ’indahuu illa bi idjnih. Ya’lamu maa bayna aydiihim wa maa kholfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syay-im min ’ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiiyyuhussamaawaati wal ardh. Walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa. Wa huwal’aliiyul ’azhiim.

Artinya:
”Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Demikian bacaan dzikir setelah shalat fardhu sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam. Mudah-mudahan dapat memberi kebaikan dan manfaat bagi kita semua.

Selasa, 01 Agustus 2017

Khasiat Doa,Bacaan Doa Ketika Hendak Memakai Pakaian Biasa

Bacaan Doa Ketika Hendak Memakai Pakaian Biasa -Pakaian adalah sesuatu yang boleh, tidak dilarang syariat. Namun syariat membuat koridor agar ia tetap indah dan tetap menjadi salah satu kebahagian manusia. Dan tidak menghalangi mereka meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Karena itu, wajib bagi setiap muslim memperhatikan koridor syariat dalam permasalahan pakaian ini. Agar mereka dapat menjaga keutamaan dan kesempurnaan pakaian itu. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,


يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan, dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Hal itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (al-A’raf: 26)

Nah karena berpakaian itu disyariatkan maka pada kesempata ini admin akan menuliskan Doa ketika akan berpakaian. Semoga dengan membaca doa pakaian biasa ini kita selalu diberikan kebaikan oleh Allah swt karena pakaian biasa yang akan kita pakai. Berikut ini kami sajikan inilah Bacaan Doa Ketika Hendak Memakai Pakaian Biasa

بِسْمِ اللهِ، اَللهُمَّ اِنّى اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَاهُوَ لَهُ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرّهِ وَشَرّمَا هُوَلَهُ
.
BISMILLAAHI ALLOOHUMMA INNII AS-ALUKA MIN KHOIRIHI WA KHOIRI MAA HUWA LAHUU WA’A’UUDZU BIKA MIN SYARRIHI WA SYARRI MAA HUWA LAHUU

Artinya :
Dengan nama-Mu yaa Allah akku minta kepada Engkau kebaikan pakaian ini dan kebaikan apa yang ada padanya, dan aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yang ada padanya.

Baca Juga : Doa Memakai Pakaian Baru


Itulah bacaan doa ketika memakai pakaian biasa semoga bermanfaat dan bisa anda amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Aamin